KS
DPPKB Muara Enim Gelar Orientasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Life Skill bagi PIK-Remaja
MUARA ENIM – Dalam rangka memperkuat peran konselor remaja dan penyuluh keluarga berencana, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Muara Enim sukses menyelenggarakan kegiatan "Orientasi Upgrade tentang Kita Bicara Life Skill dan Kekerasan Seksual". Acara yang ditujukan bagi anggota Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 18 hingga 19 September 2025, di Hotel Saka, Tanjung Enim.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ir. Andi Armansyah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan kecakapan hidup (life skill) untuk menghadapi tantangan zaman.
"Remaja adalah aset masa depan Kabupaten Muara Enim. Kita memiliki tanggung jawab untuk membekali mereka dengan keterampilan yang memadai agar mampu membuat keputusan yang tepat dan terhindar dari perilaku berisiko, termasuk kekerasan seksual. Para anggota PIK-R dan Penyuluh KB adalah garda terdepan kita dalam memberikan edukasi dan pendampingan yang benar kepada mereka," ujar Ir. Andi Armansyah.
Selama dua hari, para peserta mendapatkan pendalaman materi yang komprehensif. Shanti Saraswati, S.H., selaku Kepala Seksi sekaligus Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3), menyatakan bahwa orientasi ini dirancang untuk meningkatkan kualitas konseling yang diberikan kepada remaja.
"Materi kami fokuskan pada dua isu krusial: life skill dan pencegahan kekerasan seksual. Peserta tidak hanya diberi teori, tetapi juga dilatih metode penyampaian yang efektif dan ramah remaja. Harapannya, setelah orientasi ini, para konselor dan penyuluh lebih percaya diri dalam membuka ruang diskusi yang aman bagi remaja di wilayah binaan masing-masing," jelas Shanti Saraswati.
Suasana orientasi berjalan dengan interaktif, di mana para peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Muara Enim aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dari lapangan. Sesi studi kasus dan simulasi konseling menjadi bagian penting dalam kegiatan ini untuk memastikan materi dapat diaplikasikan secara praktis.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para anggota PIK-R dan Penyuluh KB dapat menjadi agen perubahan yang lebih efektif dalam upaya menciptakan Generasi Berencana (GenRe) yang sehat, cerdas, ceria, serta terproteksi dari ancaman kekerasan seksual di Kabupaten Muara Enim.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ir. Andi Armansyah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan kecakapan hidup (life skill) untuk menghadapi tantangan zaman.
"Remaja adalah aset masa depan Kabupaten Muara Enim. Kita memiliki tanggung jawab untuk membekali mereka dengan keterampilan yang memadai agar mampu membuat keputusan yang tepat dan terhindar dari perilaku berisiko, termasuk kekerasan seksual. Para anggota PIK-R dan Penyuluh KB adalah garda terdepan kita dalam memberikan edukasi dan pendampingan yang benar kepada mereka," ujar Ir. Andi Armansyah.
Selama dua hari, para peserta mendapatkan pendalaman materi yang komprehensif. Shanti Saraswati, S.H., selaku Kepala Seksi sekaligus Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3), menyatakan bahwa orientasi ini dirancang untuk meningkatkan kualitas konseling yang diberikan kepada remaja.
"Materi kami fokuskan pada dua isu krusial: life skill dan pencegahan kekerasan seksual. Peserta tidak hanya diberi teori, tetapi juga dilatih metode penyampaian yang efektif dan ramah remaja. Harapannya, setelah orientasi ini, para konselor dan penyuluh lebih percaya diri dalam membuka ruang diskusi yang aman bagi remaja di wilayah binaan masing-masing," jelas Shanti Saraswati.
Suasana orientasi berjalan dengan interaktif, di mana para peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Muara Enim aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dari lapangan. Sesi studi kasus dan simulasi konseling menjadi bagian penting dalam kegiatan ini untuk memastikan materi dapat diaplikasikan secara praktis.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para anggota PIK-R dan Penyuluh KB dapat menjadi agen perubahan yang lebih efektif dalam upaya menciptakan Generasi Berencana (GenRe) yang sehat, cerdas, ceria, serta terproteksi dari ancaman kekerasan seksual di Kabupaten Muara Enim.
Bagikan berita ini:
Komentar 0